MENINJAU SISI POSITIF PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIK TOK DALAM PENGEMBANGAN AKADEMIK KAMPUS UIN SUSKA RIAU


(Pekanbaru, 24/8) Dekan Fakultas Tarbiyah dan keguruan Dr H. Kadar, M.Ag membuka secara resmi pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan website dan media sosial di lingkungan fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Suska Riau. Tidak ketinggalan jurusan Tadris IPS juga ikut andil dalam bimbingan tersebut.

Pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan website dan media sosial pada fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Suska Riau yang pembukaannya dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2021 kemarin mengungkap banyak fakta baru tentang pemanfaatan teknologi informasi salah satunya yang disampaikan oleh narasumber Asy’ari Abdullah bahwa kaula dewasa kini telah banyak konten akademik yang diunggah di media sosial Tik Tok.

Dosen pada Fakultas Dakwah dan komunikasi UIN Suska Riau tersebut melanjutkan dalam paparan materinya bahwa fenomena ini tentu sebuah tantangan karena Tik Tok banyak digunakan oleh kalangan remaja, tentu pemanfaatan media tersebut dapat menjadi peluang untuk branding kampus dengan menyediakan konten-konten akademik yang diproduksi oleh tenaga akademik di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Selama ini tiktok dipandang sebagai media sosial yang mengandung konten negatif, namun seiring waktu telah banyak konten-konten positif yang juga dimuat di media tiktok, dengan banyaknya pengikutnya yang menonton banyak juga yang menjadikan tik tok sebagai sumber penghasilan, dengan demikian maka tidak ada salahnya penggunaan tiktok sebagai alat branding kampus tentu dapat memperkaya konten-konten positif yang tersedia Tik Tok.

Narasumber juga menekankan penggunaan Tik Tok tentu bukan satu-satunya alat untuk mengenalkan prodi-prodi serta kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Suska Riau, lebih lanjut narasumber mengatakan bahwa tiktok dapat digunakan sebagai pengantar berita secara umum, Namun isi berita secara detail dapat diselipkan berupa link YouTube, website, dan media sosial lainnya.

Meski dilaksanakan secara virtual namun dengan kehadiran pemateri yang kredibel dan asyik membuat suasana Bimtek menjadi Semarak, hal itu terlihat dari sesi diskusi dimana peserta aktif bertanya tentang tata cara pembuatan konten berita.

Kegiatan Bimtek tersebut diikuti oleh perwakilan setiap program studi yang ada di lingkungan fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Suska Riau tersebut mendapatkan antusiasme peserta, kegiatan bimtek ini masih akan berlangsung hingga tanggal 30 Agustus 2021 dengan metode virtual. Bimtek ini juga menghadirkan narasumber pakar di bidang videografi, pemrograman dan pengembang website.

E-Government Provinsi Riau

Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi yang berada di Pulau sumatera bagian tengah dengan ibukota Pekanbaru. Secara geografis Riau berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat, Jambi dan Kepulauan Riau. Kondisi Riau berada pada kawasan dataran rendah memiliki hasil bumi seperti tambang dan minyak bumi yang mampu menghasilkan 365.827 barrel per hari, hasil perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan 6.932.677 ton pada Tahun 2013, serta merupakan salah satu Provinsi  dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang memadai (BPS, 2013). Sistem pemerintahan dipimpin oleh seorang Gubernur dan memiliki 12 daerah Kabupaten/ Kota yang masing-masing memiliki struktur organisasi ekskutif dan legislatif. Sejak berlakunya otonomi dareah Provinsi Riau semakin berkembang dari waktu kewaktu disegala aspek ekonomi, sosial budaya, pendidikan, pembangunan, perkebunan dan pemerintahan.

Seiring berkembangnya waktu capaian aspek yang dimiliki oleh Riau serta teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat hingga ke wilayah-wilayah pelosok nusantara. Hal ini mampu memberikan informasi kepada publik secara menyeluruh baik secara fakta maupun opini, teknologi tersebut adalah website. Teknologi ini pertama kali muncul sebagai media penyampaian infomasi secara teks, namun dengan perkembangan zaman website mampu mengalami metamorfosa menjadi multimedia, berkembang sesuai dengan fungsi masing-masing seperti pendidikan, ekonomi, komesrsil maupun pemerintahan. Teknologi website pada suatu bidang tertentu memiliki istilah atau nama sesuai dengan kebutuhannya. Jika kita mengarah kepada kaitan antara provinsi Riau dengan Pemerintahan maka istilah yang digunakan pada teknologi ini adalah E-Government atau Elektronik Pemerintahan.

E-Government  merupakan  upaya pendayagunaan  ICT  (information, communication,  and  technology)  untuk meningkatkan  efisiensi  dan  cost-effective pemerintahan  (Nurhadryani, 2009). Segala sesuatu yang berkaitan dengan pemerintahan dicatat dengan memanfaatkan teknologi ICT untuk memberikan informasi kepada publik sesuai dengan kebutuhannya melalui teknologi website, demikian dikatakan sebagai E-Government. Di Indonesia khususnya provinsi Riau mulai menerapkan E-Government setelah Inpres tersebut dikeluarkan hingga sekarang terus menerus melakukan pembenahan. Seiring dengan itu, permasalahan yang timbul adalah sejauh mana kualitas, efesiensi, interaksi, traffic, performance serta masih banyak hal lain yang belum teruji dan mendapat sebuah pertimbangan baik dari pengguna maupun penyedia/ Pemerintah untuk memberikan informasi kepada masyarakat secara mudah dan efisien.