PRODI TADRIS IPS FTK UIN SUSUKA RIAU MELAKSANAKAN PRAKTIKUM BERBASIS BUDAYA MELAYU DI SIAK

Program Studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Suska Riau melakukan kegiatan praktikum berbasis budaya melayu. Lokasi Mahasiswa Praktikum yang kali ini adalah berkunjung ke salah satu Kabupaten yang penuh dengan nilai-nilai Sejarah Kebudayaan Riau yaitu ”Kabupaten Siak”.

LEMBAGA ADAT MELAYU SIAK

Suatu kehormatan kita langsung disambut oleh Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) yang akrab disapa dengan Bapak Wan. Beliau berpesan agar generasi muda anak bangsa bisa mempertahankan nilai ” Budaya yg ada di Kab. Siak salah satu nya adalah dari nilai Bahasa, yang mana sekarang perlahan sudah mulai hilang ditelan masa.

Berdiskusi dengan LAM Siak
Bersama Bapak Wan

Sedikit mengutip cerita dari beliau, bahwasannya Riau ini kental dengan bahasa Melayu, namun yg membedakan bahasa melayu Siak dengan melayu Riau lainnya adalah penggunaan huruf E dan O, dimana umumnya yg kita ketahui bahasa melayu Riau adalah berakhiran E, contoh : Kemane, Nah di Siak sendiri berakhiran O : kemano

Bapak Wan dengan Ketua Program studi IPS dan Dosen-Dosen Tadris IPS

Selain itu, mahasiswa juga mengunjungi Kutab dan Istana Siak. Pada kunjungan ke Kutab, mahasiswa melaksanakan kegiatan membuat essai berkaitan dengan manuskrip yang ada di Kutab tersebut. Bangunan kutab di resmikan sebagai cagar budaya di kawasan Kesultanan Siak Sri Indrapura. Kini terlihat bangunan itu lebih terawat dan resmi diberikan plang informasi atau nama gedung tersebut.

Kutab Saat ini
Didepan Kutab
Mahasiswa lagi berdiskusi di salah satu ruangan di Kutab
Mahasiswa sedang membuat Essay

Setelah dari Kutab, mahasiswa dan dosen melanjutkan memasuki Istana Siak yang kaya akan peninggalan benda-benda bersejarah. Di dalam Istana Siak ini kita bisa melihat berbagai koleksi sejarah yang tak ternilai harganya.

Istana Siak Sri indrapura adalah kediaman resmi Sultan Siak yang memiliki luas 32.000 meter. Istana ini sudah ada sejak tahun 1.723. Bentuk bangunan istana yang terdiri dari 2 lantai ini memiliki arsitektur bercorak Melayu, Arab, dan Eropa. Pada lantai bawah Anda dapat menemukan 6 ruangan yang difungsikan sebagai ruang tunggu tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu perempuan, ruang siding kerajaan yang juga difungsikan sebagai ruang pesta.

Sementara untuk lantai atas terdiri atas 9 ruangan yang berfungsi sebagai tempat istirahat Sultan serta para tamu istana. Di bagian halaman istana, Anda dapat menemukan 8 meriam yang tersebar di berbagai sisi halaman istana. Apabila Anda pergi ke bagian kiri belakang istana, Anda akan menemukan bangunan kecil yang dulunya digunakan sebagai penjara sementara. Selain itu, Anda juga dapat melihat sebuah koleksi peninggalan kerajaan berupa perahu kuno bernama “Kapal Kato“ yang dulunya digunakan Sultan untuk mengunjungi daerah-daerah kekuasaannya.

Setelah dari Istana Siak, mahasiswa dan Dosen Program Studi Tadris IPS mengunjugi juga satu situs trakhir yaitu “Tansi Belanda”. Tangsi Belanda yang berada di sisi Sungai Siak, Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau, kini terlihat lebih cantik dan rapi setelah dipugar. Setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merevitalisasi pada 2018, cagar budaya itu berubah menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Siak. 

Dosen Tadris IPS DI Tansi Belanda

Benteng peninggalan kolonial Belanda itu dahulunya berfungsi sebagai kantor residen, rumah tahanan, gudang peluru dan barak pasukan. Benteng itu memiliki lima bangunan utama dan sejumlah bangunan kecil.

About ismail IPS

Check Also

JUKNIS PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS (PTMT) SEMSTER GENAP 2021/2022