KULIAH UMUM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SULTAN SYARIF KASIM RIAU

Assalamualaikum, Wr. Wb

Kepada Civitas Akademika UIN Suska Riau
Mahasiswa Baru Fakutas Tarbiyah dan Keguruan UIN SUSKA RIAU Tahun Ajaran 2021/2022

🎗 KULIAH UMUM 🎗
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

📚 Tema: Membangun Sinergisitas LPTK Dengan Stakholder Dalam Menyiapkan Calon Guru yang Tangguh dab Berdaya Saing✒

👨‍🏫 Narasumber:
Zul Ikram, S. Pd., M. Pd (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau)

🗓Hari: Kamis
📆Tanggal: 02 September 2021
⏰Pukul: 07.00 wib s/d Selesai

Link Pendaftaran:📌
https://tinyurl.com/KuliahUmumFTK2021

💻Zoom ID: 894 4515 1361
Passcode: FTK 2021

📣 NB:📌
🥼Mahasiswa setiap prodi menggunakan warna dresscode seragam ketika kuliah umum (warna silahkan disepakati dengan kajur masg2)
📑Mahasiswa wajib mengumpulkan resume kuliah umum dlm format template yang ada di platform postmywall, canva, atau platform template sejenis dan dikirimkan ke alamatt email panitia (paling lambat H+1 kuliah umum) berikut: fakultastarbiyahuinsuska@gmail.com

🏆Resume kuliah umum yang paling menarik akan dipublish di website ftk.uin-suska.ac.id

📲Contact Person:
♣️Putri (0852 6545 4566)

Wassalamualaikum, Wr. Wb

MENINJAU SISI POSITIF PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIK TOK DALAM PENGEMBANGAN AKADEMIK KAMPUS UIN SUSKA RIAU


(Pekanbaru, 24/8) Dekan Fakultas Tarbiyah dan keguruan Dr H. Kadar, M.Ag membuka secara resmi pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan website dan media sosial di lingkungan fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Suska Riau. Tidak ketinggalan jurusan Tadris IPS juga ikut andil dalam bimbingan tersebut.

Pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan website dan media sosial pada fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Suska Riau yang pembukaannya dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2021 kemarin mengungkap banyak fakta baru tentang pemanfaatan teknologi informasi salah satunya yang disampaikan oleh narasumber Asy’ari Abdullah bahwa kaula dewasa kini telah banyak konten akademik yang diunggah di media sosial Tik Tok.

Dosen pada Fakultas Dakwah dan komunikasi UIN Suska Riau tersebut melanjutkan dalam paparan materinya bahwa fenomena ini tentu sebuah tantangan karena Tik Tok banyak digunakan oleh kalangan remaja, tentu pemanfaatan media tersebut dapat menjadi peluang untuk branding kampus dengan menyediakan konten-konten akademik yang diproduksi oleh tenaga akademik di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Selama ini tiktok dipandang sebagai media sosial yang mengandung konten negatif, namun seiring waktu telah banyak konten-konten positif yang juga dimuat di media tiktok, dengan banyaknya pengikutnya yang menonton banyak juga yang menjadikan tik tok sebagai sumber penghasilan, dengan demikian maka tidak ada salahnya penggunaan tiktok sebagai alat branding kampus tentu dapat memperkaya konten-konten positif yang tersedia Tik Tok.

Narasumber juga menekankan penggunaan Tik Tok tentu bukan satu-satunya alat untuk mengenalkan prodi-prodi serta kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Suska Riau, lebih lanjut narasumber mengatakan bahwa tiktok dapat digunakan sebagai pengantar berita secara umum, Namun isi berita secara detail dapat diselipkan berupa link YouTube, website, dan media sosial lainnya.

Meski dilaksanakan secara virtual namun dengan kehadiran pemateri yang kredibel dan asyik membuat suasana Bimtek menjadi Semarak, hal itu terlihat dari sesi diskusi dimana peserta aktif bertanya tentang tata cara pembuatan konten berita.

Kegiatan Bimtek tersebut diikuti oleh perwakilan setiap program studi yang ada di lingkungan fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Suska Riau tersebut mendapatkan antusiasme peserta, kegiatan bimtek ini masih akan berlangsung hingga tanggal 30 Agustus 2021 dengan metode virtual. Bimtek ini juga menghadirkan narasumber pakar di bidang videografi, pemrograman dan pengembang website.

Open Government Data Riau

Untuk pengukuran sebuah website pemerintahan diperlukan dua aspek penting sebagai sarana penunjang kualitas informasi buplik guna mencapai tujuan persiapan data terbuka pada otonomi daerah. Pengukuran tersebut dapat dilakukan dengan cara menyertakan responden atau pengguna, pengamatan serta beberapa aplikasi yang sudah sering digunakan dan dapat dipertanggung jawabkan hasilnya (Hartono et al., 2010). Jika dilihat dengan seksama dari penelitian-penelitian sebelumnya seperti yang dilakukan oleh Yudhita Ichsani dan Diana pada Tahun 2012, penilaian yang melibatkan responden adalah usabillity dan dengan metode webqual 4.0 (Ichsani, 2012; Diana, 2012) serta penelitian yang dilakukan oleh Inne Larasati dengan menggunakan web measure index yang terdiri atas Web Presence, Interaction, Transaction dan Participation menyatakan penelitian yang dilakukan mendekati 80% responden sangat tergantung terhadap interaksi dan partisipasi website (Larasati, 2012). Selain melibatkan pengguna, penilaian website dari sisi tools atau aplikasi telah dilakukan oleh Yudhita Ichsani untuk menilai dari sisi Accessibility dengan  standar  Web  Content Accessibility  Guidelines (WCAG)  2.0 menggunakan tool Achecker (Ichsani, 2012). Selain itu pada tahun yang sama dari sisi Performance dan Traffic dilakukan penelitian oleh Kusdiantoro dan Risca Novianti dengan menggunakan fasilitas dari website alexa.com dan gtmetrix.com (Kusdiantoro, 2012; Novianti, 2011) dalam penelitiannya menyatakan keberhasilan dari website pemerintahan bergantung dari segi kecepatan atau Performance, Accessibility dan Traffic.

Dari berbagai penelitian diatas secara umum dapat memberikan sebuah kesimpulan yang bertujuan untuk merekomendasikan perbaikan berbagai macam kekurangan-kekurangan guna mencapai sebuah tujuan sesuai yang dicanangkan pemerintah. Akibat dari banyaknya kekurangan pada website sebuah pemerintahan dapat menyebabkan berbagai masalah kecil diantaranya adalah kurangnya pengunjung website, keterbatasan informasi, serta akses yang dinilai tidak sewajarnya untuk setingkat website pemerintah (Sutanha, 2012). Akan tetapi merujuk dari penelitian Kusdiantoro dan Diana hal yang terpenting sebelum lebih jauh masuk kedalam konten website, hal yang perlu diperhatikan adalah performance dan accessibility. Hal ini dilakukan untuk mengetahuisejauh mana tingkat kecepatan dan kemudahan seseorang untuk mendapatkan informasi. Selanjutnya traffic sebuah web menyokong kebutuhan dan kecepatan dalam lalu lintas jaringan internet. Oleh sebab itu dilakukan penelitian-penelitian lanjutan terkait permasalahan website E-Government untuk menilai sejauh mana tingkat persiapan penerapan dan penyaluran informasi kepada publik tercapai dengan baik dalam menyokong mewujudkan persiapan Open Government Data (OGD).

Dalam dunia sains dan teknologi pengambilan keputusan dapat berupa analisis statistik dari hasil percobaan dan penelitian untuk mencari koefisien korelasi atau hubungan antar variabel. Teknik lain yang sering digunakan dalam pengambilan keputusan majemuk adalah Multi-Criteria Decision Making (MCDM) dengan mengusung konsep pengambilan keputusan yang didasarkan dari sejumlah kriteria sebagai acuan penilaian (Kahraman, 2008). MCDM sendiri memiliki bagian yaitu Multi-Atribute Decision Making (MADM), Metode ini merupakan metode pengambilan keputusan untuk menetapkan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan kriteria tertentu (Zimmermann, 1991 dalam Jarial, 2012), serta model peringkat sederhana yang mampu memberikan solusi terbaik dari serangkaian beberapa alternatif yang diberikan (Kumar, 2013). Metode yang termasuk kedalam kelompok MADM salah satunya adalah Simple Additive Weighting (SAW) yang mengusung konsep mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut (MacCrimmon, 1968 dalam Memariani, 2009) dan Wieghting Product (WP) yang mampu memberikan nilai normalisasi untuk mencapai tingkat maksimum penjumlahan pembobotan (Kusumadewi, 2011). Demkian juga untuk memperoleh hubungan dan kombinasi antar variabel dilakukan analisis menggunakan teknik data mining dengan pengembangan aturan asosiasi yaitu assosiation rule. Dimana metode ini memiliki akirasi yang baik dalam mengambil kepututusan dibandingkan dengan aturan asosiasi yang lain (Aouissi, 2013).

E-Government Provinsi Riau

Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi yang berada di Pulau sumatera bagian tengah dengan ibukota Pekanbaru. Secara geografis Riau berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat, Jambi dan Kepulauan Riau. Kondisi Riau berada pada kawasan dataran rendah memiliki hasil bumi seperti tambang dan minyak bumi yang mampu menghasilkan 365.827 barrel per hari, hasil perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan 6.932.677 ton pada Tahun 2013, serta merupakan salah satu Provinsi  dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang memadai (BPS, 2013). Sistem pemerintahan dipimpin oleh seorang Gubernur dan memiliki 12 daerah Kabupaten/ Kota yang masing-masing memiliki struktur organisasi ekskutif dan legislatif. Sejak berlakunya otonomi dareah Provinsi Riau semakin berkembang dari waktu kewaktu disegala aspek ekonomi, sosial budaya, pendidikan, pembangunan, perkebunan dan pemerintahan.

Seiring berkembangnya waktu capaian aspek yang dimiliki oleh Riau serta teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat hingga ke wilayah-wilayah pelosok nusantara. Hal ini mampu memberikan informasi kepada publik secara menyeluruh baik secara fakta maupun opini, teknologi tersebut adalah website. Teknologi ini pertama kali muncul sebagai media penyampaian infomasi secara teks, namun dengan perkembangan zaman website mampu mengalami metamorfosa menjadi multimedia, berkembang sesuai dengan fungsi masing-masing seperti pendidikan, ekonomi, komesrsil maupun pemerintahan. Teknologi website pada suatu bidang tertentu memiliki istilah atau nama sesuai dengan kebutuhannya. Jika kita mengarah kepada kaitan antara provinsi Riau dengan Pemerintahan maka istilah yang digunakan pada teknologi ini adalah E-Government atau Elektronik Pemerintahan.

E-Government  merupakan  upaya pendayagunaan  ICT  (information, communication,  and  technology)  untuk meningkatkan  efisiensi  dan  cost-effective pemerintahan  (Nurhadryani, 2009). Segala sesuatu yang berkaitan dengan pemerintahan dicatat dengan memanfaatkan teknologi ICT untuk memberikan informasi kepada publik sesuai dengan kebutuhannya melalui teknologi website, demikian dikatakan sebagai E-Government. Di Indonesia khususnya provinsi Riau mulai menerapkan E-Government setelah Inpres tersebut dikeluarkan hingga sekarang terus menerus melakukan pembenahan. Seiring dengan itu, permasalahan yang timbul adalah sejauh mana kualitas, efesiensi, interaksi, traffic, performance serta masih banyak hal lain yang belum teruji dan mendapat sebuah pertimbangan baik dari pengguna maupun penyedia/ Pemerintah untuk memberikan informasi kepada masyarakat secara mudah dan efisien.

Webinar Nasional Tadris IPS UIN Suska Riau

Program Studi Tadris IPS
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

📢📢📢 Proudly Presents📢📢📢

*WEBINAR NASIONAL
dengan tema: “Penguatan Prodi TIPS di Era New Normal”

📝 SAVE THE DATE 📌
🗓 Kamis, 16 Juli 2020
🕘 Pukul: 09.00 s.d selesai
💻 ZOOM Meeting Apps :
ID : 870 0751 6432
PW: TIPS2020
▶️LIVE ON YOUTUBE : Tadris IPS UIN Suska Riau

🎙 Moderator 🎙
Dr. Dicki Hartanto,MM.

🎙 Keynote Speaker 🎙
Dr. Suwendi, M.Ag.
🏫 Kepala Sub Direktorat Diktis Kemenag RI
Topik : Penguatan Reproduksi Keilmuwan dan Publikasi Ilmiah BidangTadris IPS

🎙 Narasumber 🎙
1. Dr. Muh. Sholeh, M.Pd.
🏫 Dosen IPS Universitas Negeri Semarang
Topik: Desain Pembelajaran IPS Era Covid-19
2. Dr. Dra. Rohani, M.Pd.
🏫 Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau
Topik: Kurikulum IPS dalam Merdeka Belajar
3. Dr. H. Mahyudin, M.A.
🏫 Kepala Kantor Wilayah Kemenag Riau
Topik: Kebijakan Pembelajaran IPS di Madrasah Provinsi Riau

Fasilitas :
📄E-Sertifikat*
📚Ilmu yang bermanfaat

* Bagi peserta yang mengklik tombol subscribe & lonceng notifikasi pada *channel youtube TADRIS IPS UIN SUSKA

Mengisi Link Pendaftaran di 👇
https://tinyurl.com/WebinarTIPS2020

📱Contact Person:
👳‍♀ Zetri (0813 7468 7934)
🧔 Megi (0853 6412 2500)

GRATIS & terbuka untuk umum

📢Kuota terbatas📢

Flayer Webinar Nasional Tadris IPS

Tim Panitia Bekerja di Balik Layar Webinar